Langsung ke konten utama

LAST NIGHT IN SOHO: EDGAR WRIGHT MEMASUKI GENRE TEKA-TEKI (REVIEW)

Sumber:imdb

Last Night in Soho merupakan film Thriller dari sutradara Edgar Wright. Edgar Wright merupakan Sutradara yang terkenal dengan cerita komedi seperti film populernya yaitu cornetto trilogy yang terdiri dari Shaun of The Dead, Hot Fuzz, The World’s End, ia juga membuat film terkenal lainnya seperti Baby Driver dan Scott Pilgrim vs The World. Film ini dibintangi oleh Thomasin Mckenzie (Jojo Rabbit, Leave no Trace, Old) sebagai Eloise, Anya Taylor-joy (The Queen Gambit, The Witch) sebagai Sandle, Matt Smith (Doctor Who 2010-2020, The Crown 2016-2017, Morbius) sebagai Jack, Diana Rigg 1938-2020 (Game of Throne 2013-2017, The Avenger 1965-1968) sebagai Ms. Collins, tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 3 November 2021.

Sumber: Cultura.id

Last Night in Soho bercerita tentang Eloise "Ellie" Turner (Thomasin Mckenzie), mahasiswa yang tengah memulai kuliah di kota london mengambil jurusan desain busana karena sangat menyukai fashion era 1960-an. Suatu hari, Ellie secara misterius bermimpi sedang menjalani kehidupan dari seorang calon penyanyi bernama Sandie (Anya Taylor-Joy) yang hidup di era 1960-an. Sayangnya mimpi tersebut, justru membawa Ellie ke sebuah situasi kelam dan mengerikan.

Sumber: www.lemonde.fr

Edgar Wright Kembali membuat film menarik setelah debutnya pada film baby driver. Kali ini film yang disajikan bukan lagi komedi yang menjadi genre andalannya. Pada filmnya kali ini ia terjun pada genre yang berbeda yaitu misteri pembunuhan dengan sisipan genre supernatural. Formula filmnya masih serupa dengan gayanya pada film sebelunya yaitu bertumpu pada music dan kali ini music yang digunakan adalah gaya 60an sesuai dengan seting ceritanya. Film ini menampilkan cerita yang menarik dan membuat cinematografi yang kental 60an. Gaya Penulisan naskah yang sangat bagus dan unik.     

Film ini menampilkan banyak hal luar biasa baik dari sisi cinematografi sampai dengan penulisan naskah, tapi ada beberapa hal yang agak mengecewakan dari filn ini. Edgar Wright memutuskan untuk membuat film ini memiliki nuansa horror dengan meniru gaya film the witch, memang ada supernatural element di dalam film teka teki ini. Tapi, keputusannya untuk memberi nuansa horror yang kurang memuaskan membuat kenikmatan dalam teka-teki film ini menjadi kurang menyenangkan.  

Sumber:IMDB

Edgar Wright sekali lagi membuktikan kenikmatan dari film cerita original, tapi kebingungan nuansa penceritaan antara film thriller dan horror memberi perasaan kurang puas dengan ceritanya. Berikut pendapat menurut penulis, bagaimana dengan pendapat dari pembaca?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KELUARGA ADOBE BAGIAN 2

  Sumber:microsoft.com Adobe adalah perusahaan pengembang aplikasi kreatif asal amerika. Pada umumnya orang hanya mengenal mungkin 12 aplikasi kreatif yang dikembangkan oleh adobe, tapi sebenarnya aplikasi mereka ada banyak. Aplikasi yang kreatif yang dikembangkan Adobe.inc atau yang dikenal Adobe ada sekitar 56 aplikasi yang mencakup aplikasi kreatif untuk kebutuhan Photography, Design, Video & Audio, Web & UX dan termasuk aplikasi untuk smartphone. Berikut penjelasan aplikasi kreatif Adobe yang akan penulis jelaskan. Penjelasan ini akan dibuat menjadi beberapa artikel. 7.  Adobe Brige Sumber:commons.wikimedia.org Adobe Brige adalah aplikasi yang dirilis pada April 2005. Aplikasi ini dikembangkan membantu pembuat konten dalam mengelola data editing mereka yang terintegrasi dengan seluruh aplikasi dari adobe. 8.  Adobe Capture Sumber: design.tutsplus.com Adobe Capture merupakan aplikasi Kreatif yang dirilis dan diperuntukaan kepada pengguna smartphone ba...

MANA YANG LEBIH COCOK UNTUK STREET FOTOGRAFI, TRIPOD ATAU MONOPOD?

MANA YANG LEBIH COCOK UNTUK STREET FOTOGRAFI, TRIPOD ATAU MONOPOD? Kali ini saya akan membahas tentang fotografi, lebih tepat tentang pertanyaan manakah yang lebih cocok untuk digunakan dalam street fotografi antara monopod atau tripod? Tapi, sebelum kita sampai pada jawabannya ada baiknya untuk mengulas terlebih dahulu apa itu street fotografi dan seperti apa tripod dan monopod. Berikut penjelasannya. TRIPOD Tripod adalah alat yang digunakan oleh fotografer sebagai penyangga kamera. Sesuai namnya tripod merupakan penyangga kamera dengan tiga kaki. Tripod ini memudahkan kalian dalam mengambil gambar terutama buat yang sering Shaking dalam mengambil gambar. Tapi, tripod membutuhkan waktu untuk dipersiapkan dan juga membutuhkan ruang untuk menggunakannya. Harganya pun bervariasi mulai dari 100 ribu sampai dengan 1 juta ke atas. Harga ditentukan tergantung dari bahan dan tinggi tripod, bisa dipilih sesuai kebutuhan. UNTUK MONOPOD HARUS DIPERHATIKAN HANYA KARENA MEMILIKI S...

PERALATAN PEMBERSIH KAMERA

Alat-alat pembersih kamera? Satu hal penting buat kalian pengguna kamera terutama DSLR adalah perawatan. Perwatan kamera itu penting, karena mesin pada kamera bisa dibilang sangat sensitif sehingga kerusakan kamera itu cukup sering terjadi dan harga kamera yang sangat mahal tentunya menjadi faktor utama kalian para pengguna kamera untuk merawatnya, dan tentu saja perawatan yang baik akan membuat umur kamera kalian bertahan lebih lama. Umur kamera saya sendiri saat ini sudah sampai 4 tahun berkat perwatan yang baik, dan diluar sana ada fotografer yang mungkin memiliki kamera yang lebih lama lagi dari saya. Perawatan kamera ini termasuk juga pembersihan kamera, tapi pembersihan kamera ini tidak bisa menggunakan sembarang alat. Perlu perlatan khusus untuk membersihkannya. Peralatan pembersih kamera tidaklah banyak dan sangat mudah ditemui, yaitu terdiri dari blower, lens tissue, kain micro faber dan cairan pembersih lensa, swab kit, lenspen, dan cotton bud. Berikut fungsi dari ma...